Kamis, 08 Maret 2012

Teman

Teman...


sejuta tawa pernah terukir, di sudut bibir yang terkadang menggerutu. Hahaha.. hati ku teraba mengingatnya.

Jalanan onak dan terik panas pun tak begitu melelahkan, saat kita jalaninya bersama, tanpa payung.
Suatu tempat yang ku tak mampu sentuh, ku datangi dan ku kuasai, tanpa merasa takut.
dan langit itu jadi atap ceria dan sedih kita bersama.
Aku pernah menangis karena kita. Tapi ku bahagia, pernah titikkan air mata untuk itu.
Aku tak perlu menjadi orang lain, karena ku diterima dengan jalan ku yang pincang, dengan keluhku yang sarat dan dengan hatiku yang bimbang.

Dan ejekan kecil, menjadi cerita yang indah, kita tertawa terbahak bersama.

Saat malam, ku ketuk pintumu, saling mendongeng sebelum tidur. dongeng yang tak akan ku temukan di hidupku yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar