Nyasar & Kehilangan
Nyasar
Bukan hobi atau kesenangan (sama dak???), tapi aku rutin lupa jalan. Tapi belum memecahkan rekor MURI, baru beberapa kali.
Ketika jalan yang kita lalui merupakan jalan yang jarang dan bahkan belum pernah kita lihat, hati sedikit bingung... Namun percaya diri mengalahkannya dengan bergumam, "ah,, mungkin ini jalan lain menuju ke sana".
Saran saya, ketika sedikit saja bimbang, tanyakanlah arah itu akan menuju kemana. Bertanya tidak akan membuat kita rugi. Karena jika tidak begitu, kita akan sampai pada arah yang bukan menjadi tujuan kita, alias nyasar.
Kehilangan
Selain sering nyasar, saya juga sering kehilangan. Belum lama hp, disusul dompet.
Bapak saya bilang " Sudahlah, mungkin itu perlu untuk orang makan"
Tapi tetap saja saya dongkol dalam hati. "makan koq dari barang-barang saya?"
Dan mama menambahkan "lain kali hati-hati dan bawa tas kalau mau pergi"
Dan sekarang, saya jadi rutin bawa tas, kecuali ke pantai depan kost dan beli sayur ke warung depan. Dan saya jadi takut naik angkutan kota (angkot). Selama bisa dihindari, baiknya itu dihindari. Terutama pada malam hari.
Bukan ingin membandingkan, tapi tetap saja membandingkan. Selama tinggal di Unand, saya tidak pernah kehilangan barang-barang penting seperti ini, kecuali karena lupa. Tapi gak sampai hilang. Disini, kayaknya mesti dan harus... hati-hati.
Pelajaran.
Tapi sebenarnya, nyasar = kehilangan.
Ketika kita kehilangan sesuatu, kita akan berfikir untuk ... dan ingin menghubungi sesuatu itu, mungkin-mungkin mereka nyasar. Hmm,, andai barang-barang juga punya no hp...
Dan nyasar terjadi ketika kita lupa atau kehilangan arah. Mungkin.
Sama seperti, ketika kita kehilangan seseorang.
Masalahnya saya sedang tidak ingin membahas materi ini. Lain kali saja...
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar